Minggu, 12 Agustus 2012

Dongeng Pinokio




Di suatu kota, ada sebuah toko milik kakek Gepeto pembuat boneka. “Alangkah senangnya kalau boneka manis ini menjadi seorang anak.”

Setelah kakek berbisik demikian, terjadi satu keajaiban. “Selamat siang, Papa.” Boneka itu berbicara dan mulai berjalan. Dengan amat gembira, kakek berkata, “Mulai hari ini, engkau anakku. Kau kuberi nama Pinokio.” “Agar kau menjadi anak pintar, besok kau mulai sekolah , ya!”
 Keesokan paginya, Kakek Gepeto menjual pakaiannya dan dengan uang itu ia membelikan Pinokio sebuah buku ABC. “Belajarlah baik-baik dengan buku ini!” “Terima kasih, Papa. Aku pergi sekolah, dan akan belajar dengan giat.” “Hati-hati ya!” pesan kakek.

            Tetapi dari arah yang berlawanan dengan sekolahnya terdengar suara, “Drum, dum, dum, dum.” Ketika Pinokio mendekat ternyata itu adalah tenda sandiwara boneka. Pinokio lalu menjual buku ABC-nya, membeli karcis dengan uang itu dan masuk ke dalam. Di dalam tenda sandiwara, sebuah boneka anak perempuan akan telah dikepung prajurit berpedang. “Lihat! Jahat sekali prajurit itu…” Pinokio naik ke panggung, dan menerjang boneka prajurit. Tali boneka itu putus dan jatuhlah boneka itu. Pemilik sandiwara yang marah segera menangkap Pinokio dan akan melemparnya ke api. “Maafkan aku. Kalau aku dibakar, kasihan papa yang sudah tua,” kata Pinokio. “Aku berjanji pada papa untuk belajar di sekolah dengan rajin. Karena iba, pemilik sandiwara melepaskan Pinokio dan memberinya beberapa keping uang. “Gunakan uang ini untuk membeli buku-buku pelajaranmu,” kata pemilik sandiwara tersebut.

            Kemudian Pinokio pergi untuk membeli buku. Tetapi di tengah jalan, Rubah dan Kucing melihat keadaan itu. Mereka menyapa Pinokio dengan ramah. “Selamat siang, Pinokio yang baik. Kalau uang emas itu bertambah banyak, pasti papamu lebih senang, ya!”
             Bagaimana cara menambah uang emas ini?” Tanya pinokio. “Gampang. Kau bisa menanamnya di bawah pohon ajaib. Lalu tidurlah, maka pada saat kau bangun nanti, pohon itu akan berbuah banyak sekali uang emas.” Kemudian Pinokio diantar oleh Rubah dan Kucing, menanam uang emasnya di bawah pohon ajaib. Ketika Pinokio mulai tidur siang. Rubah dan Kucing menggali uang emas itu dan menggantung Pinokio di pohon, setelah itu mereka pergi.
            Tolong…..” teriak Pinokio ketika sudah bangun dari tidurnya dan mengetahui dirinya tergantung di sebuah pohon. Seorang Dewi yang melihat keadaan Pinokio, mengutus burung elang untuk menolongnya. Burung elang membawa Pinokio dengan paruhnya, dan membawanya ke ruangan di mana Dewi telah menunggu. Dewi menidurkan Pinokio di tempat tidur dan memberinya obat.
            Nah, minumlah obat ini maka kau akan cepat sembuh. Setelah itu pulang, ya!” kata Dewi. “Lebih baik mati daripada minum obat yang pahit.” Pinokio terus menolak. Akhirnya Dewi menjadi marah, “Plak plak!” Ia menampar. Lalu datanglah empat ekor kelinci yang menggotong peti mati. Pinokio terkejut sekali, cepat-cepat ia meminum obat yang pahit itu. “Pinokio, mengapa kau tidak pergi ke seolah?” Tanya Dewi. “Hmm.. di jalan, aku menjual buku-ku untuk anak miskin yang kelaparan dan membelikannya roti. Karena itu aku tidak bisa pergi ke sekolah….” Tiba-tiba saja “syuut” hidung Pinokio mulai memanjang. “Pinokio!” Kalau kau berbohong, hidungmu akan memanjang sampai ke langit.” “Maafkan aku. Aku tak akan berbohong lagi.” Pinokio meminta maaf. Dewi tersenyum, dan memerintahkan burung pelatuk mematuki hidung Pinokio, mengembalikannya ke bentuk semula. “Ayo cepat kembali ke rumah, dan belajar ke sekolah!”
            Di tengah perjalanan pulang, Pinokio bertemu dengan kereta dunia bermain. Pinokio tidak bisa menahan diri untuk tidak naik. Pinokio telah lupa akan janjinya pada Dewi, setiap hari ia hanya bermain-main saja.
            Pada suatu hari, Pinokio terkejut melihat wajahnya yang terpantuk di permukaan air. “Ah! Telingaku jadi telinga keledai! Aku pun berbuntut!” teriaknya. Ternyata anak-anak lain pun telah menjadi keledai. Akhirnya Pinokio pun menjadi seekor keledai dan dijual ke sirkus. Pinokio telah melanggar janjinya kepada Dewi, maka ia mendapat hukuman.
            Setiap hari ia dipecut, dan harus melompati lingkaran api yang panas. Walaupun takut, Pinokio tetap meloncat. Akhirnya ia terjatuh sampai kakinya patah. Pemilik sirkus menjadi marah. “Keledai dungu! Lebih baik dibuang ke laut.” Kemudian Pinokio dilempar ke laut. “Blup blup blup” Pinokio tenggelam ke dasar laut, ikan-ikan datang menggigitnya. Lalu kulit keledai terlepas, dan dari dalamnya muncul si Pinokio. “Terima kasih ikan-ikan.” Sebenarnya Dewi melihat bahwa Pinokio telah menyadari kesalahannya dan memerintahkan ikan-ikan untuk menolongnya.
            Sambil berenang, Pinokio berjanji dalam hati “Kali ini setelah aku pulang ke rumah aku akan ke sekolah dan belajar dengan giat. Aku juga akan membantu pekerjaan di rumah dan menjaga papa.” Pada saat itu “Hrrr…., seekor ikan hiu besar datang mendekat dengan suara yang menyeramkan. “Haaa…. Tolong.” Pinokio ditelan oleh ikan hiu yang besar itu. “Hap” Di dalam perut hiu benar-benar gelap gulita. Tetapi di kejauhan terlihat seberkas sinar. Ternyata itu adalah kakek Gepeto.
            Papa!” “Pinokio!” Mereka berdua saling berpelukan. “Aku pergi ke laut untuk mencarimu, dan aku ditelan hiu ini. Tapi ternyata di sini aku bertemu denganmu. Untung kita selamat!”
            Ayo, kita keluar dari sini!” “Badanku sudah lemah. Kau saja yang pergi.” “Aku tidak mau kalau tidak bersama-sama Papa.” Ketika ikan hiu sedang tidur, Pinokio melarikan diri dari mulut hiu dengan menggendong kakek Gepeto di punggungnya.
            Dengan sekuat tenaga ia berenang sampai akhirnya tiba di pantai. Mereka menyewa sebuah pondok petani terdekat. Sambil merawat kakek, Pinokio bekerja setiap hari. Akhirnya kakek menjadi sehat kembali. “Pinokio, karena kaulah aku jadi sehat seperti ini. Terima kasih ya!”
            Papa, mulai sekarang aku akan lebih menurut lagi.” Tiba-tiba saja sekeliling mereka menjadi bersinar terang,” Pinokio, kau telah menjadi seorang anak yang baik.” Dewi muncul, dan merubah Pinokio si boneka menjadi seorang anak manusi




The Pinocchio Wood Dolls


In a city, there is a shop owned by a puppet maker Geppetto's grandfather. "How wonderful it would be a puppet of this sweet child."

After the grandfather whispered thus, a miracle happened. "Good afternoon, father." Doll is talking and start walking. With great joy, my grandfather said, "Starting today, you are my son. I give you the name of Pinocchio. "" So you become a smart boy, you're starting school tomorrow, yes! "
 The next morning, Grandfather Geppetto sells his clothes and with that money he bought Pinocchio an ABC book. "Learn well with this book!" "Thanks, Dad. I go to school, and will work hard. "" Be careful! "Message grandfather.

            But from the opposite direction of their school voice, "Drum, thump, thump, thump." As it turns out it was approached Pinocchio puppet play tent. Pinocchio then sells his ABC book, buy a ticket with the money and went inside. Inside the tent a play, a girl doll would have been surrounded by soldiers swordsmanship. "Look! Soldier's horrible ... "Pinocchio climbed onto the stage, and hit the soldier doll. The rope broke and fell doll doll. Angry owner of a play that will soon catch Pinocchio and flung into the fire. "I'm sorry. If I burn, poor old papa, "said Pinocchio. "I promised Dad to attend school diligently. Because pity, owner of Pinocchio theatrical release and gave a few coins. "Use this money to buy books lesson," said the owner of the theater.

            Then Pinocchio went to buy books. But in the middle of the road, The Fox and the Cat saw the situation. They were greeted with a friendly Pinocchio. "Good day, Pinocchio is good. If the gold multiply, your father must have more fun, yes! "
             How do I add money this gold? "Said Pinocchio. "That's easy. You can put it under the magic tree. Then go to sleep, then when you wake up, the tree will bear a lot of gold coins. "And Pinocchio escorted by Fox and the Cat, planting his gold money under the magic tree. When Pinocchio began to take a nap. Foxes and cats dig the gold and hung on a tree Pinocchio, after which they went.
            Please ... .. "shouted Pinocchio when it wake up from sleep and find themselves hanging on a tree. A goddess who see the state of Pinocchio, sent an eagle to help him. Brings Pinocchio eagle with its beak, and took him to the room where the Goddess has been waiting for. Goddess of Pinocchio lull in bed and gave her some medicine.
            Well, take this drug then you will get better soon. After that go home, yes! "Dewi said. "Better to die than to drink the bitter medicine." Pinocchio continued to refuse. Finally Goddess gets angry, "Plaque plaque!" He slapped. Then came four rabbits that carry the coffin. Pinocchio shock, he quickly drank the bitter medicine. "Pinocchio, why do not you go to like?" Said Dewi. "Hmm .. on the road, I sell my books for poor children are starving and bought bread. Therefore I can not go to school .... "Suddenly" syuut "Pinocchio's nose began to elongate. "Pinocchio!" If you lie, your nose will stretch up into the sky. "" I'm sorry. I will not lie anymore. "Pinocchio apologized. Goddess smiled, and ordered the woodpecker pecking Pinocchio nose, restoring it to its original shape. "Let's hurry back to the house, and learning to school!"
            On the way home, Pinocchio meets the world playing with trains. Pinocchio can not help but go up. Pinocchio had forgotten his promise to the Goddess, every day he was just playing alone.
            One day, Pinocchio terpantuk surprised to see his face on the water surface. "Ah! My ears are so donkey ears! I also entailed, "he cried. It turned out that other children have also become a donkey. Eventually Pinocchio becomes a donkey and sold to a circus. Pinocchio has broken his promise to the goddess, then he gets punished.
            Every day he was whipped, and had to jump over a hot fire circle. Although scared, Pinocchio still jump. Eventually he fell to his broken leg. Circus owners became angry. "Donkey fool! Better disposed to the sea. "And then Pinocchio was thrown into the sea. "Blup blup blup" Pinocchio sank to the bottom of the sea, the fish come up to bite. Then the donkey skin apart, and from it emerged the Pinocchio. "Thanks for the fishes." Actually Goddess see that Pinocchio has realized his mistake and ordered the fish to help him.
            While swimming, Pinocchio promises to myself "This time after I came home I was going to school and study hard. I also will help keep jobs at home and papa. "At that time" Hrrr ...., A large shark came up with a creepy voice. "Haaa .... Please. "Pinocchio being swallowed by a big shark. "Hap" In the belly of a shark is really dark. But in the distance a beam of visible light. Apparently it was the grandfather of Geppetto.
            Papa! "" Pinocchio! "They both hugged each other. "I went to sea to find you, and I was swallowed by sharks. But it was here I met you. Fortunately we are saved! "
            Let's get out of here! "" My body is weak. You go. "" I do not want if you are not together Papa. "When the shark was sleeping, Pinocchio escape from the shark's mouth with Geppetto's grandfather carried in his back.
            With every effort he swam until he reached the shore. They rented a cottage nearby farmers. While caring for my grandfather, Pinocchio work every day. Grandfather eventually become healthy again. "Pinocchio, for you are so healthy I like this. Thank you! "
            Papa, from now on I'll be more by again. "Suddenly, all around them to shine brightly," Pinocchio, you have to be a good boy. "Goddess appears, the puppet Pinocchio and transform into a human child

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar